Penatalaksaaan Stroke: Hal yang Perlu Diperhatikan Supaya Penderita Stroke Cepat Pulih

Stroke A to Z - Setelah dilakukan Pemeriksaan Stroke pada penderita stroke akut langkah selanjutnya adalah Penatalaksaan stroke. Dalam merawat pasien stroke, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan keadaan yang dialami pasien. Semua ini dilakukan demi kenyamanan dan mengkondisikan pasien supaya cepat pulih.

1. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kenyamanan Penderita Stroke :

Saat mendapati penderita stroke, beberapa hal dibawah ini perlu diperhatikan dan diterapkan supaya penderita stroke merasa nyaman.
Penatalaksanaan stroke, hal-hal yang perlu diperhatikan saat menangani penderita stroke, darah tinggi, fungsi jantung, hiperglikemia, hemoglobin, albumin, terapi khusus stroke, stroke iskemik, stroke in evolution, completed stroke,

1. Posisi Tubuh
Posisi tubuh dalam keadaan berbaring dengan posisi miring (lateral dekubitus) dan dapat diubah-ubah setiap 2 jam. Apabila ada tekanan tinggi intrakranial (TTIK), kepala penderita sebaiknya dalam posisi lebih tinggi 30 derajat dari badan selama 24 jam., dan diubah setelah lewat 24 jam pertama.

2. Pemberian Minum / Makan
Hindari pemberian minuman dan makanan peroral di ruang gawat darurat sebelum dilakukan penilaian pasti mengenai fungsi menelan. Bila kesadaran pasien baik (kompos mentis), pasien dapat didudukkan dengan penyangga, kepala agak ditekuk dan miring ke sisi yang sehata, kemudian diberi minum 1 sendok teh air putih dan bila tersedak maka dilakuan penyedotan. Bila berhasil, dicoba untuk meminum langsung dari gelas sedikit demi sedikit.

3. Pemasangan Kateter
Hindari pemasangan kateter menetap. Bila kandung kemih penuh, perlu dikosongkan dengan kateter Nelaton secara intermiten.

2. Keadaan Khusus yang Perlu Mendapat Penanganan

Terdapat beberapa hal atau keadaan khusus yang perlu diperhatikan atau mendapatkan penangan secara cepat dan tepat dan keadaan tersebut antara lain adalah :

1. Tekanan Darah (Hipertensi)
Tekanan darah pada fase akut jangan terlalu cepat diturunkan sebab terkadang hipertensi tersebut bukan penyakit dasarnya melainkan timbul secara reaktif, dan sebagian besar akan turun sendiri pada hari ke 3 - 7. Penurunan tekanan darah dapat dipertimbangkan bila tekanan darah sistolik diatas 220 mmHg atau diastolik di atas 120 mmHg atau MABP (Mean Arterial Blood Pressure = tekanan diastolik -1/3 (sistolik - diastolik) di atas 140 mmHg pada 2 kali pengukuran dengan selang waktu 30 menit.

Penurunan tensi sebaiknya tidak melebihi 10% dari tensi semula dan diusahakan tensi sistolik dipertahankan pada tekanan antara 140 sampai 180 mmHg. Obat antihipertensi diberikan dengan target penurunan 10-20% saja, maksudnya adalah supaya tekanan perfusi otak tetap adekuat, yaitu antara 70-95 mmHg. Pada pasien yang menderita iskemia jantung (miokardia) yang mempengaruhi fungsi ginjal, hipertensi ensefalopati penurunan segera tekanan darah dapat dilakukan secara perlahan, mungkin diperlukan obat Nitrogliserin 5 mg injeksi atau 10 mg oral dan sodium nitroprusside, hdyralazine, calcium channel blocker.
Penatalaksanaan stroke, hal-hal yang perlu diperhatikan saat menangani penderita stroke, darah tinggi, fungsi jantung, hiperglikemia, hemoglobin, albumin, terapi khusus stroke, stroke iskemik, stroke in evolution, completed stroke,

Pada pengobatan hipertensi emergensi, penggunaan angiotensi - converting enzym inhibitor -- harus dihindarkan karena dapat mengaktivasi sistem renin-angiotensin. Untuk pengobatan hipertensi sistolik dan diastolik yang meningkat kurang dari 120 mmHg dipakai agen antiadrenergik seperti Nifedipin 10 mg sublingual, clonidine (0,075 mg - 0,15 mg injeksi atau subkutan), urapidil 12,5 mg injeksi dan short-acting beta blocker seperti labetolol (continues IV 2 mg/menit) atau peroral.

2. Fungsi Jantung
Pemeriksaan terhadap fungsi jantung dipantau 24 - 48 jam pertama. Dilakukan evaluasi EKG ntuk mengamati apakah ditemukan tall / inverted P wave, U wave besar, QT interval memanjang. Enzim jantung juga diperiksa apakah terdapat peningkatan

3. Hiperglikemia
Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) pada stroke akut diturunkan segera. Hiperglikemia dapat diperluas area otak yang rusak (infrak) akibat terbentuknya asam laktat dari penguraian glukosa secara anaerob. Target penurunan gula darah sekitar 140 mg% (dipertahankan antara 100 - 200 mg%).

Hiperglikemia terjadi pada 2 - 3 hari pertama setelah serangan stroke dan bila kadar gula darah diatas 250 mg% dikendalikan dengan pemberian insulin setiap 4 jam (5 unit insulin untuk setiap 50 mg% gula darah). Pada kondisi hipoglikemia diberikan 25 gram dekstrose 50% IV dan dipantau secara ketat.

4. Hemoglobin
Hemoglobin yang ideal beriksar antara 12 - 15 g%. Apabila kurang dari 10 g%, akan dilakukan transfusi darah dan bila lebih dari 17 g% akan dilakukan pengurangan eritrosit (plebotomi).

5. Albumin
Idealnya berkisar antara 3,5 - 5,5 g%. Perlu diperhatikan pada penderita usia lanjut karena sering terjadi penurunan kadar albumin darah. Bila kurang dari 3 g% dapat diberikan albumin untuk mencegah edema otak.


3. Terapi Khusus Stroke 

Penatalaksanaan secara khusus pada stroke umumnya dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu penanganan terhadap stroke pendarahan dan stroke non pendarahan (stroke iskemik / infrak). Pada stroke iskemik, penanganan dengan obat-obatan harus dilakukan dengan segera, dalam waktu kurang dari 6 jam sejak terjadinya (onset). Apabila obat diberikan lebih dari 6 jam, kemungkinan sembuh sempurna tanpa meninggalkan cacat menjadi kecil.

Pada stroke pendarahan, jika pilihan terapinya secara konvensional yaitu dengan menggunakan obat, waktu yang kita miliki cukup lama sekitar 96 jam (4 hari) sejak terjadinya stroke. Target pengobatan pada stroke pendarahan adalah untuk mengatasi penciutan (vasokonstriksi) dari pembuluh darah arteri, yang mana vasokontriksi tersebut timbulnya secara perlahan dan mencapai puncaknya pada hari ke 5 - 10. Tetapi bila yang dipilih untuk mengatasi pendarahan otak adalah tindakan bedah, dapat dilakukan hemi-craniectomy dan cerebral angioplasty.

4. Penatalaksanaan Stroke Iskemik

Penatalaksanaan stroke iskemik yang ideal adalah sesuai dengan patofisiologinya, dan kemajuan dalam bidang biologi molekuler, seluler, dan subseluler membuktikan bahwa sel neutron yang terancam mati dan terganggu fungsinya pada serangan stroke bukan hanya di daerah lesi melainkan juga di daerah sekitarnya, yaitu daerah penumbra.
Penatalaksanaan stroke, hal-hal yang perlu diperhatikan saat menangani penderita stroke, darah tinggi, fungsi jantung, hiperglikemia, hemoglobin, albumin, terapi khusus stroke, stroke iskemik, stroke in evolution, completed stroke,

Periode menit-menit pertama sampai beberapa jam setelah serangan stroke merupakan periode dinamis dan potensial untuk pulih kembali. Bila dalam jendela kesempatan ini penanganannya dapat diberikan secara cepat, tepat, dan cermat, kemungkinan penderita untuk pulih secara sempurna, atau pulih sebagian tapi masih bisa mandiri, semakin besar.

Jadi, penanganan pertama yang ideal untuk stroke adalah tindakan umum suportif yang dilakukan mulai prehospital (di rumah penderita, selama transportasi, atau di klinik) sampai  di ruang gawat darurat rumah sakit sebelum dikonsultasikan kepada spesialis saraf untuk penanganan yang lebih khusus.

Biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukan cairan dan zat makanan, dan diberikan terapi sesuai keadaan atau proses tahapan strokenya.

Obat untuk Terapi Khusus Stroke Iskemik:
  • Terapi obat trombolitik / penghancur thrombulus atau sumbatan pembuluh darah
  • Obat anti agregasi trombosit / anti pembekuan darah, antikoagulan.
  • Nueroprotektan / pelindung saraf.
  • Antogonis kalsium misalnya dengan Nimodipin.

5. Penatalaksanaan Stroke in Evolution

Pada stroke-in-evolution diberikan antikoagulan (misalnya heparin), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke. Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan pendarahan otak karena akan menambah resiko terjadinya pendarahan otak.
Penatalaksanaan stroke, hal-hal yang perlu diperhatikan saat menangani penderita stroke, darah tinggi, fungsi jantung, hiperglikemia, hemoglobin, albumin, terapi khusus stroke, stroke iskemik, stroke in evolution, completed stroke,

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya dapat dicegah atau dipulihkan jika obat tertentu yang berfungsi menghancurkan bekuan darah (misalnya streptokinasi atau plasminogen jaringan) diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.


6. Penatalaksanaan Completed Stroke

Pada completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Sekalipun aliran darah ke daerah tersebut telah diperbaiki, tidak akan dapat mengembalikan fungsinya semula. Karena itu, biasanya tidak dilakukan pembedahan. Namun demikian, pengangkatan sumbatan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack dapat mengurangi resiko terjadinya stroke dimasa yang akan datang.

Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan tinggi di dalam otak pada penderita stroke akut karena perdarahan, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan alat bantu pernafasan (respirator) untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat.

Perlu diberikan perhatian khusus pada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan). Kelainan yang menyertai stroke, misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru, harus diobati. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati atau mood, terutama depresi, yang dapat diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis lainnya.

Itulah Penatalaksaaan Stroke: Hal yang Perlu Diperhatikan Supaya Penderita Stroke Cepat Pulih, penanganan yang baik dan tepat akan membuat penderita merasa nyaman dan cepat normal kembali. Pada pembahasan berikutnya Stroke A to Z akan mengupas tentang Rehabilitasi Dini pada penderita stroke. Jadi jangan sampai ketinggalan, silahkan submit email Anda untuk berlangganan artikel dari kami.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Penatalaksaaan Stroke: Hal yang Perlu Diperhatikan Supaya Penderita Stroke Cepat Pulih